Bisnis.com, BATAM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) akan terus melanjutkan progres revitalisasi Pulau Penyengat di Tanjungpinang.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan revitalisasi pulau ini bertujuan menjaga warisan budaya serta sejarah Melayu.
"Pulau Penyengat bukan hanya destinasi wisata religi dan sejarah, tetapi juga simbol kejayaan Kesultanan Riau-Lingga yang harus terus dilestarikan," katanya, Kamis (3/4/2025).
Revitalisasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menjaga keaslian dan nilai historis dari setiap bangunan bersejarah di pulau ini.
Adapun sejumlah lokasi bernilai historis di Pulau Penyengat antara lain Masjid Raya Sultan Riau, makam Engku Putri Hamidah dan makam Raja Haji Fisabilillah, serta Balai Adat Melayu Penyengat.
"Di Masjid Raya sudah diinstruksikan untuk perbaikan dan penambahan fasilitas, seperti perbaikan kotak Al-Qur'an, penambahan kipas angin dan perbaikan kebocoran," katanya lagi.
Baca Juga
Sedangkan di situs makam, Ansar telah meminta Dinas PUPR Kepri untuk memperbarui tulisan Gurindam 12 yang terdapat di area makam, membangun tempat wudhu bagi pengunjung, serta menyediakan lemari penyimpanan untuk buku Yasin yang digunakan dalam doa dan tahlil.
Ansar juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan di Pulau Penyengat. Ia menegaskan bahwa jalan-jalan yang berlubang atau belum mengalami revitalisasi akan segera diperbaiki agar kenyamanan dan aksesibilitas bagi masyarakat dan wisatawan semakin meningkat.
Sebelumnya pada 26 Maret 2025, Ansar telah mengadakan audiensi dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, ia mengusulkan agar pengembangan Pulau Penyengat diprioritaskan, khususnya dalam penataan ruas jalan.
"Saya berharap agar penataan jalan sepanjang 1,82 km di Pulau Penyengat dapat segera direalisasikan guna meningkatkan daya tarik wisata dan melestarikan nilai historis Pulau Penyengat," pungkasnya.(239)