Bisnis.com, PALEMBANG — Pembangunan pabrik pengolahan kelapa di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) direncanakan memasuki tahap groundbreaking pada akhir 2025.
Target itu cukup jauh dari proses MoU yang telah dilakukan antara Menko Perekonomian dengan investor asal Jepang Green Power Development Corporation of Japan (GPDJ) pada Juli 2024 di Griya Agung, Kota Palembang.
Plt Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel Eko Agusrianto mengatakan pabrik yang akan mengolah kelapa menjadi sustainable aviation fuel (SAF) atau bioavtur itu telah selesai dalam tahap perizinan.
“Masalah perizinan sudah selesai prosesnya kita fasilitasi ke BKPM, tinggal bagaimana kesiapan di lokasi dan kesiapan dari pelaku usahanya,” ujarnya, dikutip Jumat (29/8/2025)
Dia menerangkan awalnya proyek pembangunan Pabrik CCO yang dipegang oleh PT Green Power Palembang itu masuk dalam bagian Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Namun, saat ini proyek tersebut merupakan bagian dari penanaman modal asing (PMA), sehingga ranahnya bukan lagi di tingkat provinsi tetapi langsung ke BKPM.
Baca Juga
“Sekitar bulan Juni kemarin kami ada FGD di BKPM untuk memfasilitasi seandainya ada kendala karena perubahan status PMDN ke PMA. Dan alhamdulillah BKPM berkomitmen untuk membantu agar cepat terealisasi [pembangunan] di Sumsel,” jelasnya.
Eko menuturkan untuk tahap awal investasi pada pembangunan pabrik itu senilai Rp500 miliar. Angka itu, kata dia, masih berpotensi lebih besar sesuai dengan rencana perluasan investor ke depan.
“Tinggal perkembangan seiring waktu mereka mau perluasan, karena rencana diawal memang untuk tahap pertama realisasi di sekitar itu,” kata Eko.
Dia menambahkan investasi untuk pembangunan Pabrik CCO pertama di Sumsel sebagai salah satu hilirisasi di bidang perkebunan juga telah dimasukkan dalam program jangka panjang di BKPM. “Dan direncanakan akhir tahun ini akan dilaksanakan groundbreaking,” pungkasnya.