Bisnis.com, PEKANBARU-- Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Regional Riau hingga Juli 2025 mencatatkan pertumbuhan signifikan di sisi pendapatan.
Total pendapatan negara yang masuk mencapai Rp13,53 triliun, tumbuh 38,85% dibanding periode yang sama tahun 2024 (year on year/y-o-y).
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Riau Heni Kartikawati menjelaskan pertumbuhan pendapatan ini terutama disumbang oleh penerimaan Bea Keluar yang melonjak 549,51% (yoy) dan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang naik 346,45% (yoy).
“Meski demikian, pendapatan pajak justru terkontraksi 5,71% akibat penurunan penerimaan dari PPN dan PPh,” kata Heni, Jumat (29/8/2025).
Sementara itu, penerimaan Bea Cukai mencatat pertumbuhan tinggi dengan capaian Rp5,03 triliun atau setara 549,51% dari target tahunan. Sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terealisasi Rp736,08 miliar, turun tipis 0,68% dibandingkan tahun sebelumnya.
Heni menjelaskan, khusus PNBP yang bersumber dari pelaksanaan lelang, pengelolaan kekayaan negara, dan pengurusan piutang, pada Juli 2025 mencapai Rp20,18 miliar atau meningkat 18,7% (month to month).
Baca Juga
Hingga Juli, total penerimaan negara dari pos ini sudah mencapai Rp577,8 miliar atau 86% dari target 2025 yang ditetapkan Rp671,3 miliar.
Di sisi belanja, realisasi belanja negara di Riau tercatat Rp16,70 triliun atau terkontraksi 3,30% (y-o-y). Belanja Pemerintah Pusat turun 21,68% seiring penurunan pagu anggaran, meski belanja pegawai tetap mencatat pertumbuhan.
Adapun belanja transfer ke daerah justru tumbuh 4,10% (y-o-y) dengan realisasi Rp12,82 triliun. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 1,39% dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang naik 10,88%.
Secara keseluruhan, neraca APBN Regional Riau pada Juli 2025 masih mencatat defisit sebesar Rp3,16 triliun.
“Dengan tren ini, kami terus memantau agar pertumbuhan pendapatan bisa berkelanjutan, sementara belanja tetap diarahkan mendukung pemulihan ekonomi dan pelayanan publik,” pungkasnya.