Bisnis.com, BATURAJA – PT Semen Baturaja Tbk. (SMBR), anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR), mencatatkan peningkatan volume penjualan semen mencapai 1,54 juta ton hingga kuartal III 2024 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Di tengah kondisi pasar yang menantang, SMBR mampu menjaga kestabilan volume penjualan meskipun permintaan semen domestik menurun 5% secara year on year (yoy) pada September 2024, seperti yang dilaporkan Asosiasi Semen Indonesia (ASI).
Penurunan terutama terjadi di segmen semen kantong, yang mengalami tekanan akibat situasi ekonomi yang mempengaruhi daya beli konsumen.
Dari sisi keuangan, pendapatan tercatat turun sebesar 2,8% menjadi Rp1,4 triliun dengan laba tahun berjalan turun 33,9% menjadi Rp35,6 miliar.
Vice President of Corporate Secretary SMBR Hari Liandu mengungkapkan bahwa pencapaian penjualan ini merupakan hasil dari upaya perusahaan dalam memperkuat jaringan distribusi, meningkatkan operational excellence, dan fokus pada kebutuhan pasar di wilayah Sumbagsel dan sekitarnya.
“Kami tetap optimis dan berkomitmen untuk menjaga kinerja yang solid meskipun berada di tengah tantangan pasar yang kompetitif, serta terus memperkuat sinergi dengan SIG sebagai induk usaha,” ujarnya dalam keterangan pers.
Baca Juga
Pada 7 Juni 2024, Pefindo menaikkan peringkat SMBR menjadi idA dari sebelumnya idA+ dengan outlook stabil, mencerminkan posisi pasar yang kuat dan profil keuangan yang konservatif.
Saat ini, SMBR berperan aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia dengan memasok semen untuk berbagai proyek, termasuk Pembangunan Tol Jambi Seksi 4 dan PLTU Lahat, serta sejumlah proyek konstruksi lainnya yang vital bagi pengembangan ekonomi daerah.
Dalam aspek keberlanjutan SMBR terus berinovasi dengan meningkatkan Thermal Substitution Rate (TSR) melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan, termasuk penggunaan tanaman kaliandra merah sebagai biomassa. Tanaman ini direncanakan sebagai bahan bakar alternatif untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi dampak lingkungan dari proses produksi semen.
“Saat ini, SMBR telah menanam 972 tanaman kaliandra merah, dengan target mencapai 1.500 tanaman hingga akhir tahun, yang berpotensi menyerap hingga 75,93 ton CO₂ dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi karbon,” ungkap Hari.
Menjelang akhir tahun 2024, SMBR optimis dapat menutup tahun ini dengan kinerja positif, dengan fokus pada penguatan fundamental kinerja dan ketangguhan menghadapi tantangan.
“Kami yakin bahwa dengan terus meningkatkan efisiensi operasional dan menjalin sinergi yang kuat, kami dapat melewati berbagai tantangan dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan,” pungkasnya.