Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekonomi Masyarakat Seret, Tren Gadai di Sumbagsel Meningkat 6% Selama Ramadan

Terdapat sedikit perubahan pola masyarakat dari yang biasanya melakukan tebus untuk digunakan pada saat Idulfitri, kini justru masih masif untuk menggadaikan.
Layanan Pegadaian di Pegadaian Kantor Wilayah III Sumbagsel./Bisnis-Husnul
Layanan Pegadaian di Pegadaian Kantor Wilayah III Sumbagsel./Bisnis-Husnul

Bisnis.com, PALEMBANG — Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) III Sumbagsel mencatat kinerja OSL gadai dari awal hingga pertengahan Ramadan tahun ini telah mengalami peningkatan lebih dari 6% secara year to date (ytd) dan 30% year on year. 

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Novryandi mengungkapkan bahwa minat gadai masyarakat di tahun ini memang jauh lebih besar dibanding tahun sebelumnya. 

Bahkan, terdapat sedikit perubahan pola masyarakat dari yang biasanya melakukan tebus untuk digunakan pada saat Idulfitri, kini justru masih masif untuk menggadaikan. 

“Kebiasaannya menjelang lebaran itu banyak tebusan, jadi dari kenaikan 6% biasanya turun lagi ke 3%. Tapi kondisi tahun ini masyarakat sampai H-12 Lebaran masih banyak yang menggadaikan, jadi fenomena tahun ini agak berbeda,” ujar Novryandi saat dibincangi Bisnis, Rabu (19/3/2025). 

Dia menilai hal itu dipengaruhi oleh perekonomian masyarakat menengah ke bawah yang masih dalam tren sulit dan lebih membutuhkan uang untuk kebutuhan pada momen libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tahun ini.

“Sulit memiliki barang, sulit untuk membeli barang, jadi justru memilih untuk menggadaikan dan membutuhkan uang untuk liburan, apalagi liburan tahun ini panjang,” kata dia. 

Novryandi mengungkapkan bahwa produk gadai memang menjadi core inti dari perseroan dengan portofolio 85%, dan 13% pada instrumen mikro seperti kendaraan (BPKP), sertifikat, dan 2% ada pada emas.

Pihaknya mencatat total penyaluran pembiayaan (Outstanding Loan) dari seluruh produk Pegadaian hingga 18 Maret 2025 ini telah mencapai angka Rp4,2 triliun dengan perolehan omzet Rp8 triliun. 

Menurut Novryandi, capaian itu mengalami pertumbuhan mencapai 11% ytd dan secara year on year mencapai 30%. 

“Itu dari seluruh produk, karena portofolio kita didominasi gadai, jadi kalau dari gadai naik secara all bisnis kita naik,” pungkasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper