Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

DJPb: Pendapatan Negara di Sumbar Didominasi Kinerja Penerimaan Perpajakan

Kinerja APBN di Sumbar hingga Januari 2025 terjadi peningkatan pada pendapatan negara yang didominasi penerimaan perpajakan.
Ilustrasi/Dok Freepik
Ilustrasi/Dok Freepik

Bisnis.com, PADANG - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatra Barat mencatat kinerja APBN di daerah ini hingga Januari 2025 terjadi peningkatan pada pendapatan negara yang didominasi penerimaan perpajakan.

Kepala Kanwil DJPb Sumbar Syukriah HG mengatakan penerimaan perpajakan itu yang dipungut oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan porsi 81,17%, sedangkan sisanya sebesar 19,83% berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 

“Realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp492,19 miliar,” katanya, dalam keterangan resmi, Jumat (28/2/2025).

Dia menjelaskan realisasi penerimaan perpajakan ini mengalami penurunan sebesar 4,90% dibandingkan tahun lalu, yang utamanya didorong oleh penurunan setoran penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) dan Cukai. 

Dimana untuk PPh mengalami penurunan sebesar 61,49% dengan realisasi mencapai Rp150,10 miliar sedangkan cukai mengalami penurunan sebesar 2,36% dengan realisasi mencapai Rp302 juta.

Setelah mencatatkan kinerja negatif sepanjang tahun 2024, kata Syukriah, bea keluar akhirnya kembali tumbuh positif secara signifikan pada Januari 2025 sebesar 1.309,66% dengan realisasi sebesar Rp188,93 miliar. 

“Peningkatan yang drastis ini terjadi karena peningkatan volume ekspor komoditas crude palm oil (CPO) dan turunannya,” jelasnya.

Selain itu, untuk kinerja PNBP per Januari 2025 mengalami penurunan sebesar 18,76% dibandingkan tahun lalu. Total PNBP yang telah dipungut pemerintah pusat di Sumbar mencapai Rp114,16 miliar atau sebesar 7,07% dari target. 

Menurutnya penurunan PNBP terjadi karena turunnya kinerja PNBP lainnya sebesar 40,09% yang didorong oleh penurunan pendapatan jasa pelayanan rumah sakit sebesar 15,67%, penurunan pendapatan jasa pelayanan pendidikan sebesar 17,56%, dan penurunan penerimaan kembali barang tahun anggaran yang Lalu sebesar 38,76%. 

Kemudian untuk Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) berhasil memungut PNBP sebesar Rp17,01 miliar atau 09,46% dari target, dengan rincian sumber pendapatan dari pengelolaan BMN sebesar Rp131,8 juta, pengelolaan piutang negara sebesar Rp114,15 juta, dan pelayanan lelang sebesar Rp182,91 juta. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper